Fian Rubianti Am.Keb

Pematangan serviks dengan Prostaglandin, Misoprostol, dan Oksitosin

  • 1

Menurut penghitungan Bishop Score, jika serviks belum matang dengan nilai skor bishop kurang atau sama dengan 5 harus dilakukan pematangan serviks dengan menggunakan induksi dan kateter foley. Nah yang akan dibahas pada artikel ini adalah pematangan serviks dengan menggunakan induksi (Prostglandin, Misoprostol dan Oksitosin) untuk mempercepat proses persalinan.

Dunia Bidan

Image Source

Induksi persalinan dilakukan pada kondisi :

  • Hamil post term (Lebih bulan).
  • Kondisi kesehatan ibu yang tidak memadai untuk menunggu proses persalinan alami misalnya ibu dengan PEB atau Eklampsi.
  • KPD (Ketuban Pecah Dini).
  • Solusio Plasenta dengan janin meninggal.

Penggunaan Prostaglandin Untuk Pematangan Serviks

  • Dosis prostaglandin (PGE2) bentuk pessarium 3 mg atau gel 2-3 mg ditempatkan pada froniks posterior v@gina.
  • Pemberian diulang setiap 6 jam jika HIS masih belum baik.
  • Pemberian dihentikan jika : Ketuban sudah pecah, Serviks sudah matang dan Pemakaian prostaglandin sudah 24 jam.

Risiko yang berhubungan dengan penggunaan prostaglandin meliputi hiperstimulasi uterus dan efek samping maternal seperti mual, muntah, diare, dan demam. Saat ini, kedua analog prostaglandin tersedia untuk tujuan pematangan serviks, yaitu gel dinoprostone (Prepidil) dan dinoprostone inserts (Cervidil).

Jika tindakan pematangan serviks tidak gagal tindakan selanjutnya adalah terminasi kehamilan dengan cara Sectio Caesaria.

Penggunaan Misoprostol Untuk Pematangan Serviks

Selain Prostaglandin (PGE2), untuk kondisi tertentu juga dapat diberikan misoprostal yang merupakan jenis PGE1, Misoprostol (Cytotec) merupakan PGE sintetis, analog yang ditemukan aman dan tidak mahal untuk pematangan serviks, meskipun tidak diberi label oleh Food and drug administration di Amerika Serikat untuk tujuan ini. Namun harus diperhatikan Misoprostol ini efeknya lebih kuat sehingga hanya digunakan pada kasus PEB/EKLAMPSI, serviks belum matang, SC tidak bisa dilakukan atau bayi tertalu prematur untuk bisa hidup atau bisa juga diberikan pada kasus IUFD yang lebih dari 4 minggu dan sudah ada tanda gangguan pembekuan darah.

  • Dosis yang diberikan tablet 25 mcg diletakkan di forniks posterior v@gina dan jika tidak ada his dapat diulangi 6 jam kemudian dengan dosis 25 mcg
  • Jika setelah 6 jam kemudian tidak ada reaksi naikkan dosis 50 mcg untuk pemberian misoprostol berikutnya
  • Jumlah misoprostol yang diberikan jangan lebih dari 200 mcg
  • Kemasan Misoprostol biasanya 1 tablet berisi 200 mcg, jadi maksimal penggunaan 1 tablet untuk 1 orang
  • Yang Perlu Diperhatikan Saat Pemberian Misorostol :
  • Oksitoksin tidak diberikan 8 jam setelah pemberian misoprostol
  • Pantau kondisi ibu dan janin , terutama his dan DJJ
  • Hati-hati terjadi ruptur uteri

Penggunaan Oksitosin Untuk Pematangan Serviks

Oksitosin Drip adalah cara untuk merangsang kontraksi rahim dengan memberiksan oksitosin yang dilarutkan dalam larutan D5% dalam bentuk infuse dan dalam jumlah tertentu.

Jika kondisi serviks sudah matang, tindakan yang dilakukan adalah pemberian oksitoksin drip. Saat pemberian oksitoksin perlu diperhatikan yaitu pemantauan dengan menggunakan partograf, memposisikan ibu miring ke kiri dan jangan meninggalkan ibu yang sedang dipasang oksitoksin drip.

1. Teknik pemberian oksitosin drip

  • Oxytocin di drip dalam NaCL atau RL
  • Mulai dengan 2,5 UI dalam 500 cc, tetesan mulai dengan 10 tts/m dan naikkan tiap 30 menit sampai kontraksi baik (3 x/ 10 m/ 40 dtk) dimasukkan perinfus pada wanita hamil,
  • dengan kecepatan tetesan dimulai dari 8 tetes permenit kemudian dinaikkan secara berangsur-angsur 4 tetes (setelah observasi 15 menit), maksimal pemberian adalah 30 tetes sampai timbul kontraksi rahim yang adekuat  dan pertahankan sampai terjadi persalinan. dan pertahankan sampai terjadi persalinan.
  • Selama proses induksi, lakukan penilaian kontraksi rahim, timbulnya boundle ring, gawat janin.
  • Induksi dianggap gagal bila setelah 12 jam dimulainya drip belum ada tanda-tanda inpartu.
  • Jika gagal harus istirahat dan diulang 1kali.

Perhatikan tabel berikut ini :

Jam Oksitoksin Tetesan/m dan Perkembangan

  • 01.00 2,5 UI/500 cc Nacl/RL 10 tetes/m
  • 01.30 20 tetes
  • 02.00 30 tetes
  • 02.30 40 tetes
  • 03.00 50 tetes
  • 03.30 60 tetes Tidak ada kemajuan
  • 04.00 5 UI/500 cc Nacl/RL 30
  • 04.30 40 tetes
  • 05.00 50 tetes
  • 05.30 60 tetes Tidak ada kemajuan

Jika tetap tidak ada kemajuan his sampai dengan tetesan ke-60, maka :

  • Pada multi dianggap gagal dan lakukan SC
  • Pada primi dapat dinaikkan :
  • Tingkatkan pemberian oktitoksin menjadi 10 UI/500 cc
  • Mulai dengan tetesan 30 dan tingkatkan 10 tts tiap 30 menit
  • Jika tetap tidak adekuat hisnya setelah tetesan ke-60, lakukan SC

2. Indikasi pemberian oksitosin drip

  • Indikasi oksitosin drip adalah terminasi kehamilan.
  • Indikasi janin yaitu kehamilan serotinus, ketuban pecah dini, janin mati (IUFD). Sedangkan indikasi ibu adalah kehamilan dengan hipertensi, kehamilan dengan diabetes mellitus.

3. Kontraindikasi pemberian oksitosin drip

  • Malposisi dan malpresentasi janin
  • Asfiksia fetalis akibat insufisiensi plasenta
  • Chepalopelvic Disproportion (Panggul sempit)
  • Pernah section caesaria (bedah sesar)
  • Gramdemulitipara (Melahirkan lebih dari 5 anak)
  • Gemeli (Kehamilan Kembar)
  • Hidramnion (Kelainan cairan ketuban)
  • Plasenta previa (Plasenta letak rendah)

Yang perlu diperhatikan juga dalam pemberian oksitoksin :

Untuk multigravida harus lebih hati-hati dalam pemberian oksitoksin dan jangan memberikan oksitoksin 10 unit dalam 500 ml. Jangan memberikan oksitoksin drip pada pasien bekas SC. 

Penting! Peran bidan dalam tindakan pematangan serviks saat menjadi tim dalam penanganan pasien yang memerlukan induksi, yang terpenting adalah bidan mampu menentukan skor bishop sehingga bisa memberikan masukan pada tim yang lain, selain itu bidan harus mampu menilai kondisi ibu selama penggunaan prostaglandin atau misoprostol karena kemungkinan terjadi hiperstimulasi yang berakibat pada ruptur uteri dan gawat janin.

INFO: You have Ads-Block for Pematangan serviks dengan Prostaglandin, Misoprostol, dan Oksitosin , Please support us with disable your Adblock and Enable your js browser :)INFO: You have Ads-Block for Pematangan serviks dengan Prostaglandin, Misoprostol, dan Oksitosin , Please support us with disable your Adblock and Enable your js browser :)

Pematangan serviks dengan Prostaglandin, Misoprostol, dan Oksitosin by Fian Rubianti Am.Keb

Anda sedang membaca artikel tentang: Pematangan serviks dengan Prostaglandin, Misoprostol, dan Oksitosin via DuniaBidan.com yang ditulis oleh Fian Rubianti Am.Keb. jika Anda suka dengan Artikel ini silahkan like, bagikan, atau komentar. Anda juga dapat berlangganan Artikel setiap hari, Gratis! melalui form Subscribe di atas. Artikel akan dikirimkan otomatis ke email Anda setiap hari.
  • 1
Top Recent People Searches: Pematangan serviks dengan Prostaglandin, Misoprostol, dan Oksitosin

INFO: You have Ads-Block, Please support us with disable your Adblock and Enable your js browser :)

DMCA.com Protection Status

Artikel Terkait Pematangan serviks dengan Prostaglandin, Misoprostol, dan Oksitosin


Disable AdBlocker di Browser Anda...

Ketahuilah bahwa DuniaBidan.com hanya mengandalkan Iklan untuk membiayai operasional penerbitan konten gratis untuk Anda. Jadi tolong non-aktifkan pemblokir iklan (AdBlock) di browser Anda.