Informasi Seputar Kehamilan, Kandungan, dan Kesehatan • DuniaBidan.com
Fian Rubianti Am.Keb

Mekanisme Penurunan Kepala Saat Proses Melahirkan Normal

  • 0

Mekanisme Penurunan Kepala Saat Proses Melahirkan Normal | Dunia Bidan

Mekanisme penurunan kepala merupakan serangkaian proses yang terjadi saat proses persalinan berlangsung, jaringan lunak serta tulang bayi yang menekan jalan lahir karena terjadi dorongan saat ada konstraksi/His yang menyebabkan turunnya janin melalui jalan lahir.

Menurut Myles (2009), yang menentukan mekanisme yang tepat selama kelahiran pervaginam terjadi adalah presentasi janin, posisi janin, dan ukuran janin, karena janin berespons terhadap tekanan eksternal.

Adapun gerakan-gerakan janin dalam proses persalinan yang biasa disebut dengan mekanisme persalinan normal, diantaranya:

  1. Penurunan kepala (Engagement)
  2. Fleksi
  3. Rotasi Internal
  4. Ekstensi
  5. Rotasi External
  6. Ekspulsi

Mekanisme ini hanya berlaku untuk proses persalinan normal, Oke mari kita bahas point-point tersebut diatas secara

Mekanisme Persalinan Normal

1. Penurunan Kepala (Engagement)

Penurunan kepala (Engagement) adalah masuknya kepala atau bagian terendah janin melalui PAP (pintu atas panggul), bagian terendah kepala janin yaitu vertex atau sejajar dengan spina ischiadika, yang selanjutnya disebut Zero Station atau zero point.

Penurunan kepala pada kehamilan primigravida terjadi pada bulan terakhir kehamilan hingga tiba persalinan. Sedangkan pada multigravida, terjadi pada saat persalinan.

Penurunan kepala janin akan mengalami kesulitan jika posisi sutura sagitalis dalam antero posterior, dan jika sutura sagitalis dengan posisi melintang pada jalan lahir maka pariental kanan dan kiri akan sama tinggi maka disebut sinklitismus

Ada juga terjadi demikian, penurunan kepala terjadi dengan keadaan sutura sagitalis lebih dekat ke promontorium atau ke symfisis, maka hal ini di asinklitismus. Ada 2 macam asinklitismus yaitu:​

  • Asinklitismus posterior yaitu sutura sagitalis mendekati symfisis dan tulang pariental belakang lebih rendah dari pada tulang-tulang pariental depan karena tulang pariental depan tertahan oleh simfsis pubis sedangkan tulang pariental belakang dapat turun dengan mudah karena adanya lengkung sakrum yang luas.
  • Asinklitismus anterior yaitu sutura sagitalis mendekati promontorium dan tulang pariental depan lebih rendah dari pada tulang pariental belakang.

2. Fleksi

Pada awal persalinan sikap janin dalam keadaan fleksi namun leher janin masih belum fleksi sempurna sehingga diameter terendah janin adalah diameter fronto oksipitalis 12 cm. Dengan semakin majunya persalinan fleksi semakin bertambah dan terjadi fleksi sempurna, maka diameter terendah janin adalah diameter suboksipito bregmantika 9 cm. Posisi dagu bergeser ke arah dada janin, dan pada pemeriksaan dalam teraba jelas ubun-ubun kecil.

Gerakan fleksi ini terjadi karena ada dorongan pada janin untuk terus maju namun kepala janin terhambat oleh serviks, dinding panggul, atau dasar panggul.

3. Rotasi Internal (Putaran Paksi Dalam)

Rotasi internal (putaran paksi dalam) selalu disertai turunnya kepala, bagian depan janin memutar ke depan ke bawah simpisis.

Pada presentasi belakang kepala bagian yang terendah ialah daerah ubun-ubun kecil, jadi bagian inilah yang akan memutar ke depan ke arah symphisis.

Rotasi dalam penting untuk menyelesaikan persalinan, karena rotasi dalam merupakan suatu usaha untuk menyesuaikan posisi kepala dengan bentuk jalan lahir khususnya bidang tengah dan pintu bawah panggul membawa kepala melewati distansia interspinarum dengan diameter biparietalis.

4. Ekstensi

Sesudah bagian terendah janin sampai di dasar panggul yakni berada di bawah simpisis, maka terjadilah ekstensi dari kepala janin karena sumbu jalan lahir pada pintu bawah panggul mengarah ke depan dan ke atas sehingga kepala harus mengadakan fleksi untuk melewatinya. Maka lahirlah berturut-turut pada pinggir atas perineum: ubun-ubun besar, dahi, hidung, mulut dan dagu bayi dengan gerakan ekstensi.

5. Rotasi eksterna (putaran paksi luar)

Kepala yang sudah lahir selanjutnya kembali berputar sesuai dengan sumbu rotasi tubuh, untuk menghilangkan torsi pada leher yang terjadi karena putaran paksi dalam. Bersamaan dengan itu kepala bayi juga melanjutkan putaran hingga belakang kepala berhadapan dengan tuber ischiadikum.

Bahu melintasi pintu atas panggul dengan posisi anteroposterior sampai di bawah simfisis, kemudian dilahirkan bahu depan dan bahu belakang. 

6. Ekspulsi

Setelah bahu lahir, bagian tubuh lainnya akan dikeluarkan dengan mudah. Selanjutnya lahir badan (toraks,abdomen) dan lengan, pinggul / trokanter depan dan belakang, tungkai dan kaki.

Mekanisme persalinan diatas hanya untuk persalinan normal dengan letak kepala disertai kontraksi/His adekuat, fleksi kepala yang tepat, dan janin dengan berat badan rata-rata.

Tetapi terdapat beberapa kasus sehingga keadaan yang menguntungkan ini tidak terjadi. Sebagai contoh terjadi kontraksi yang buruk atau fleksi kepala yang salah atau terjadi keduanya, rotasi yang terjadi mungkin tidak sempurna atau sama sekali tidak terjadi, apalagi jika janin yang akan dilahirkan memiliki bobot diatas rata-rata alias janin besar.

Mekanisme Penurunan Kepala Saat Proses Melahirkan Normal by Fian Rubianti Am.Keb

Anda sedang membaca materi artikel tentang Mekanisme Penurunan Kepala Saat Proses Melahirkan Normal via DuniaBidan.com yang ditulis oleh Fian Rubianti Am.Keb. jika Anda suka dengan Artikel ini silahkan like, bagikan, atau komentar. Anda juga dapat berlangganan Artikel setiap hari, Gratis! melalui form Subscribe di atas. Artikel akan dikirimkan otomatis ke email Anda setiap hari.

Artikel Terkait Mekanisme Penurunan Kepala Saat Proses Melahirkan Normal

Top Recent People Searches: Mekanisme Penurunan Kepala Saat Proses Melahirkan Normal

DMCA.com Protection Status


Disable AdBlocker di Browser Anda...

Ketahuilah bahwa DuniaBidan.com hanya mengandalkan Iklan untuk membiayai operasional penerbitan konten gratis untuk Anda. Jadi tolong non-aktifkan pemblokir iklan (AdBlock) di browser Anda.
Articles News