Fian Rubianti Am.Keb

Apa Itu Difteri, Penyebab, Gejala, Penularan dan Mengobati

  • 2

Apa Itu Difteri, Penyebab, Gejala, Penularan dan Mengobati - DuniaBidan.com

Apa itu Difteri? Apa Penyebab Difteri?

Difteri adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae (bakteri yang menyebarkan penyakit melalui partikel di udara, benda pribadi, serta peralatan rumah tangga yang terkontaminasi), umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa.

Bakteri difteri akan menghasilkan racun yang akan membunuh sel-sel sehat dalam tenggorokan, sehingga akhirnya menjadi sel mati. Sel-sel yang mati inilah yang akan membentuk membran (lapisan tipis) abu-abu pada tenggorokan. Di samping itu, racun yang dihasilkan juga berpotensi menyebar dalam aliran darah dan merusak jantung, ginjal, serta sistem saraf.

Difteri termasuk salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Sebelum usia 1 tahun, anak diwajibkan mendapat 3 kali imunisasi DPT.  Imunisasi difteri yang dikombinasikan dengan pertusis (batuk rejan) dan tetanus ini disebut dengan imunisasi DPT. Imunisasi terhadap difteri termasuk ke dalam program imunisasi wajib pemerintah Indonesia.

Cara penularan Difteri yang perlu diwaspadai, seperti:

  • Terhirup percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk. Ini merupakan cara penularan difteri yang paling umum.
  • Barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, contohnya mainan atau handuk.
  • Sentuhan langsung pada luka borok (ulkus) akibat difteri di kulit penderita. Penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan kebersihannya tidak terjaga.

Tanda & Gejala Difteri

Apa saja tanda-tanda dan gejala difteri?

Tanda-tanda yang paling menonjol adalah pada tenggorokan dan mulut, meskipun penyakit ini dapat menyerang bagian tubuh manapun. Tanda-tanda dan gejala umum dari difteri adalah:

  • Tenggorokan & amandel telah dilapisi selaput tebal berwarna abu-abu
  • Radang tenggorokan dan suara serak
  • Pembengkakan kelenjar limfe pada leher
  • Masalah pernapasan dan saat menelan
  • Cairan pada hidung, ngiler seperti Pilek. Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang bercampur darah.
  • Demam dan menggigil
  • Batuk yang keras
  • Perasaan tidak nyaman
  • Perubahan pada penglihatan
  • Bicara yang melantur
  • Tanda-tanda shock, seperti kulit yang pucat dan dingin, berkeringat dan jantung berdebar cepat.
  • Lemas dan lelah.

Difteri bisa jadi tidak menunjukkan gejala apapun sehingga penderitanya tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi. Terkadang dapat menyerang kulit dan menyebabkan luka seperti borok (ulkus). Ulkus tersebut akan sembuh dalam beberapa bulan, tapi biasanya akan meninggalkan bekas pada kulit.

Apabila tidak menjalani pengobatan dengan tepat, mereka berpotensi menularkan penyakit ini kepada orang di sekitarnya, penyebaran bakteri ini dapat terjadi dengan mudah, terutama bagi orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Bagaimana Penularan Penyakit Difteri?

Kuman difteri disebarkan oleh menghirup cairan dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi, dari jari-jari atau handuk yang terkontaminasi, dan dari susu yang terkontaminasi penderita.

Diagnosis dan Pengobatan Difteri

Bagaimana dokter mendiagnosis Difteri?

Untuk mendiagnosis penyakit, dokter akan melakukan anamnesa kepada pasien mengenai apa yang ia alami seputar gejala, kemudian dilakukan pemeriksaan fisik untuk crosscheck dengan keluhan/gejala yang disebutkan pasien. Dokter juga akan mengambil sampel dari lendir di tenggorokan, hidung, atau ulkus di kulit untuk diperiksa di laboratorium. Apabila dokter melihat lapisan abu-abu pada tenggorokan dan amandel Anda, dokter dapat menduga Anda memiliki difteri.

Namun, metode paling aman untuk mendiagnosis difteri adalah dengan biopsi. Sampel jaringan yang terpengaruh akan diambil dan kemudian dikirim ke laboratorium untuk diperiksa, apakah Anda memiliki bakteri difteri atau tidak.

Bagaimana mengobati Difteri?​ Apa saja yang harus dilakukan saat terkena difteri?

Berikut adalah yang perlu Anda lakukan saat terkena difteri sebagai pengobatan di Rumah:

  • Banyak bed rest alias istirahat di tempat tidur.
  • Batasi aktivitas fisik apabila jantung Anda terpengaruh. Anda mungkin memerlukan istirahat di tempat tidur selama beberapa minggu atau sampai Anda telah pulih total.
  • Isolasi ketat. Anda sebaiknya menghindari penyebaran penyakit pada orang lain apabila Anda terinfeksi.

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda atau anak Anda menunjukkan gejala terinfeksi Difteri. Penyakit ini harus diobati secepatnya untuk mencegah komplikasi.

Apabila seseorang diduga kuat tertular difteri, dokter akan segera memulai pengobatan, bahkan sebelum ada hasil laboratorium. Dokter akan menganjurkannya untuk menjalani perawatan dalam ruang isolasi di rumah sakit. Lalu langkah pengobatan akan dilakukan dengan 2 jenis obat, yaitu antibiotik dan antitoksin.

Selain penderita, orang-orang yang berada di dekatnya juga disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter karena penyakit ini sangat mudah menular. Misalnya, keluarga yang tinggal serumah atau petugas medis yang menangani pasien difteri.

Baca Juga: Pencegahan Difteri dengan Vaksinasi DPT saat Bayi
Baca Juga: Jadwal Imunisasi Bayi

INFO: You have Ads-Block for Apa Itu Difteri, Penyebab, Gejala, Penularan dan Mengobati , Please support us with disable your Adblock and Enable your js browser :)INFO: You have Ads-Block for Apa Itu Difteri, Penyebab, Gejala, Penularan dan Mengobati , Please support us with disable your Adblock and Enable your js browser :)

Apa Itu Difteri, Penyebab, Gejala, Penularan dan Mengobati by Fian Rubianti Am.Keb

Anda sedang membaca artikel tentang: Apa Itu Difteri, Penyebab, Gejala, Penularan dan Mengobati via DuniaBidan.com yang ditulis oleh Fian Rubianti Am.Keb. jika Anda suka dengan Artikel ini silahkan like, bagikan, atau komentar. Anda juga dapat berlangganan Artikel setiap hari, Gratis! melalui form Subscribe di atas. Artikel akan dikirimkan otomatis ke email Anda setiap hari.
  • 2
Top Recent People Searches: Apa Itu Difteri, Penyebab, Gejala, Penularan dan Mengobati

INFO: You have Ads-Block, Please support us with disable your Adblock and Enable your js browser :)

DMCA.com Protection Status

Artikel Terkait Apa Itu Difteri, Penyebab, Gejala, Penularan dan Mengobati


Disable AdBlocker di Browser Anda...

Ketahuilah bahwa DuniaBidan.com hanya mengandalkan Iklan untuk membiayai operasional penerbitan konten gratis untuk Anda. Jadi tolong non-aktifkan pemblokir iklan (AdBlock) di browser Anda.