Fian Rubianti Am.Keb

Waspada Hipertensi Pada Ibu Hamil

  • 2

Hipertensi adalah kondisi kronis pada dinding pembuluh darah arteri yang mengalami tekanan sehingga terjadi kenaikan, kenaikan yang dimaksud yakni peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dengan selang waktu pengukuran 2 kali lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang.

Hipertensi pada ibu hamil

Hipertensi Pada Ibu Hamil

Yang dimaksud hipertensi pada ibu hamil adalah kondisi tekanan darah tinggi wanita ketika hamil mencapai lebih dari 120/90 mmHg, baik wanita tersebut mempunyai riwayat hipertensi sebelum hamil maupun tidak ada riwayat. Hipertensi pada ibu hamil disebut juga Hypertensi Gravidarum.

Hipertensi yang dialami oleh ibu hamil akan berbeda-beda tergantung dari riwayat kesehatan dan riwayat kehamilan yang dialami masing-masing wanita. Kondisi ini dapat terjadi pada saat ibu hamil telah memiliki riwayat hipertensi sebelumnya atau baru muncul ketika seorang wanita dinyatakan hamil kemudian mengalami hipertensi yang disebut hipertensi gestasional, hipertensi tipe ini biasanya akan hilang setelah masa kehamilan berakhir.

Hipertensi yang terjadi pada wanita hamil dimulai dari hipertensi ringan sampai hipertensi berat. Meskipun hipertensi yang dialami pada saat hamil tergolong kepada hipertensi ringan, akan mempengaruhi kesehatan ibu dan janin sehingga harus segera berkonsultasi pada dokter kandungan untuk mengurangi risiko yang akan dihadapi jika tidak segera ditangani.

Jenis Hipertensi pada Wanita Hamil

1. Hipertensi Kronik adalah hipertensi yang timbul ketika usia kehamilan kurang dari 20 minggu dan akan menetap dalam 12 minggu pasca persalinan.

2. Hipertensi Gestasional adalah hipertensi karena kehamilan tanpa disertai protein urin dan tidak memiliki hipertensi sebelumnya. Tipe hipertensi ini akan hilang dengan sendirinya setelah 3 bulan pasca bersalin.|

3. Hipertensi kronik Superimposed Preeklampsia adalah Ibu hamil memiliki riwayat hipertensi kronik, tes protein urine +1, trombosit kurang dari 100.000 sel pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu. 

4. Preeklampsia adalah hipertensi yang timbul setelah usia kehamilan 20 minggu dan disertai dengan protein urine positif.

  • Preeklampsia ringan: Tensi 140/90 mmHg, Protein urine +1
  • Preeklampsia berat: Tensi 160/110 mmHg, Protein urine +2

5. Eklampsia adalah preeklampsia yang disertai dengan kejang.

preeklampsia dan eklampsia pada ibu hamil

Kenapa Ibu Hamil harus Waspada dengan penyakit hipertensi ketika sedang hamil?

Seperti yang telah dikemukakan oleh Chunningham (2005), hipertensi merupakan penyulit dalam kehamilan yang sering ditemukan dan termasuk salah satu dari trias mematikan, bersama perdarahan dan infeksi, yang banyak menimbulkan morbiditas dan mortalitas ibu karena kehamilan.

Perlu ibu hamil ketahui, jika mengalami hipertensi saat hamil dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan bagi ibu dan juga janin seperti beberapa penyakit dibawah ini yang diakibatkan dari ibu hamil mengalami hipertensi.

1. Persalinan Prematur dan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR)

Ibu hamil yang mengalami hipertensi saat kehamilan bahkan sampai terjadi preeklamsia, pembuluh darahnya akan mengalami penyempitan, begitu pula pembuluh darah pada plasenta, sehingga menyebabkan pasokan oksigen dan nutrisi untuk janin berkurang. Jika dibiarkan terus-menerus maka tumbuh kembang janin akan terhambat sehingga menyebabkan bayi lahir dengan berat badan yang rendah, bahkan pada beberapa kondisi dapat meningkatkan resiko persalinan dini (premature) dan kematian janin.

2. Plasenta Abruption

Plasenta abruption atau plasenta letak rendah yang beresiko plasentanya akan terpisah dari dinding dalam rahim sebelum kelahiran. Abruption parah dapat menyebabkan perdarahan berat dan kerusakan pada plasenta yang dapat mengancam jiwa ibu dan perkembangan janin.

3. Resiko mengalami keguguran dan janin tidak berkembang

Ibu hamil yang menderita hipertensi sampai terjadi preeklampsia akan berdampak pada janin dimana nutrisi dan oksigen akan mengalami kondisi abnormal. Hal ini disebabkan karena pembuluh darah akan mengalami penyempitan sehingga sering ditemukan janin tidak berkembang dan memiliki resiko keguguran atau harus digugurkan demi keselamatan ibu hamil.

4. Harus menjalani operasi cesar

Pada kasus preeklamsia yang berat maka bayi harus segera dilahirkan, kondisi ini disesuaikan dengan janin yang sudah dapat hidup diluar rahim atau tidak. Biasanya ibu hamil tidak dapat melahirkan secara normal, tetapi harus menjalani operasi cesar.

5. Kejang selama kehamilan atau menjadi penyebab eklampsia

Ciri utama eklampsia adalah hipertensi dan tingginya kadar protein dalam urine setelah usia kehamilan 20 minggu. Pembuluh darah yang rusak akibat tekanan darah tinggi pada penderita preeklampsia akan mengganggu alisan darah dan mengakibatkan pembengkakan pembuluh darah yang akhirnya mengganggu kerja otak, sehingga memicu kejang.

Kejang atau eklampsia biasanya ditemukan pada wanita hamil yang mengalami preeklampsia, meskipun ia tidak memiliki riwayat kejang sebelumnya. Beberapa faktor yang menjadi penyebab eklampsia/kejang diantaranya: gangguan pada pembuluh darah, asupan gizi dan nutrisi, genetik, sistem saraf dan otak (neurologis), gangguan pada sistem kekebalan tubuh, faktor hormonal, gangguan jantung, dan infeksi.

6. Menyebabkan Berbagai Penyakit

Mengalami preeklampsia meningkatkan risiko jantung dan menyebabkan penyakit pembuluh darah di masa depan (kardiovaskular). Selain itu dapat menimbulkan berbagai penyakit lainnya seperti:

  • Mengalami kesulitan bernafas
  • Cairan paru-paru akan berlebihan(edema paru-paru), dan
  • fungsi trombosit dan hati akan tidak normal (sindrom help)
  • Gagal ginjal atau gangguan fungsi hati sampai terjadi stroke

Risiko ini akan menjadi lebih besar jika seorang ibu sudah pernah mengalami preeklampsia lebih dari sekali atau pernah mengalami kelahiran prematur.

Untuk meminimalkan risiko ini, seorang ibu hamil dapat mencoba untuk menjaga berat badan ideal setelah melahirkan, makan berbagai buah-buahan dan sayuran, berolahraga secara teratur, dan tidak merokok.

INFO: You have Ads-Block for Waspada Hipertensi Pada Ibu Hamil , Please support us with disable your Adblock and Enable your js browser :)INFO: You have Ads-Block for Waspada Hipertensi Pada Ibu Hamil , Please support us with disable your Adblock and Enable your js browser :)

Waspada Hipertensi Pada Ibu Hamil by Fian Rubianti Am.Keb

Anda sedang membaca artikel tentang: Waspada Hipertensi Pada Ibu Hamil via DuniaBidan.com yang ditulis oleh Fian Rubianti Am.Keb. jika Anda suka dengan Artikel ini silahkan like, bagikan, atau komentar. Anda juga dapat berlangganan Artikel setiap hari, Gratis! melalui form Subscribe di atas. Artikel akan dikirimkan otomatis ke email Anda setiap hari.
  • 2
Top Recent People Searches: Waspada Hipertensi Pada Ibu Hamil

INFO: You have Ads-Block, Please support us with disable your Adblock and Enable your js browser :)

DMCA.com Protection Status

Artikel Terkait Waspada Hipertensi Pada Ibu Hamil


Disable AdBlocker di Browser Anda...

Ketahuilah bahwa DuniaBidan.com hanya mengandalkan Iklan untuk membiayai operasional penerbitan konten gratis untuk Anda. Jadi tolong non-aktifkan pemblokir iklan (AdBlock) di browser Anda.