Fian Rubianti Am.Keb

Tempat Penempelan (Implantasi) Kehamilan Ektopik

  • 2

Tempat Penempelan (Implantasi) Kehamilan Ektopik - DuniaBidan.com

Image source

Umumnya tempat penempelan (implantasi) embrio saat terjadi kehamilan ektopik 95-96% adalah pada area tuba falopi, dengan persentase paling tinggi sebesar 70% pada ampulla tuba. Namun tidak hanya pada tuba falopii saja, kehamilan ektopik dapat juga terjadi pada bagian lainnya.

Berikut macam-macam tempat penempelan (implantasi) kehamilan ektopik:

1. Kehamilan Ektopik pada Ovarium (Indung Telur) 3%

Kehamilan ektopik pada ovarium (Indung telur) jarang terjadi, pada awalnya kehamilan ovarium dicurigai sebagai kista korpus luteum atau perdarahan korpus luteum. 

Kriteria diagnosis kehamilan ektopik ovarium ditegakan oleh Spielberg yaitu:

  • Tuba pada pada kedua sisi harus sama 
  • Kantung kehamilan harus terletak di dalam ovarium
  • Ovarium dan uterus harus berhubungan melalui ligamentum ovarii (jaringan serabut yang menghubungkan antara organ satu dan lainnya)
  • Jaringan ovarium harus ditemukan dalam dinding kantung kehamilan

Kehamilan ovarium terganggu ditangani dengan pembedahan seperti ovariektomi. Bila embrio masih kecil, maka reseksi parsial ovarium (metode pembedahan sebagian atau seluruh) masih mungkin dilakukan. Terapi Methotrexate dapat pula digunakan untuk terminasi kehamilan ovarium yang belum terganggu.

2. Kehamilan Ektopik pada Tuba Falopii 95-96%

Kehamilan ektopik tuba falopii dapat terjadi pada hampir semua bagian tuba dan paling sering terjadi adalah pada ampula tuba.

Berikut persentase implantasi kehamilan ektopik pada tuba falopii:

  • Fimbrae (Bulu-bulu halus pada infundibulum tuba) 11%
  • Ampula Tuba (bagian terluas dari tuba falopi) 70%
  • Istmus / Ismika Tuba (salurah sempit yang mnghubungkan ampula dengan rongga rahim) 12%
  • Interstitial dan cornual 2-3%

3. Kehamilan Ektopik pada Abdominal (Perut) 1%

Kehamilan ektopik abdominal (perut) sangat jarang terjadi dan dibedakan menjadi kehamilan ektopik abdominal primer dan sekunder. Hampir semua kasus kehamilan abdominal merupakan kehamilan ektopik sekunder akibat ruptur Caesarea Scar (Bekas luka operasi sesar) atau aborsi kehamilan tuba. Implantasi primer terjadi didalam rongga abdomen dan kasusnya jarang sekali terjadi.

Diagnosis kehamilan ektopik abdominal berawal dari kecurigaan yang tinggi, meskipun tidak nampak tanda gejala, dengan ditemukannya hasil ultrasonografik (USG) berikut ini harus segera membuat kita berpikir ada hubungannya dengan kehamilan abdominal

Diagnosis hasil USG kehamilan ektopik abdominal:

  • Tidak tampaknya dinding uterus antara kandung kemih dengan janin
  • Plasenta terletak di luar uterus
  • Bagian tubuh janin dekat dengan dinding abdomen (perut) ibu
  • Letak janin abnormal
  • Tidak ada cairan amnion antara plasenta dan janin.

Pemeriksaan dengan MRI dan CT-scan dapat memberikan visualisasi yang jauh lebih baik daripada USG.

4. Kehamilan Ektopik pada Serviks (Leher rahim) 1%

Kehamilan ektopik pada serviks juga merupakan varian kehamilan ektopik yang cukup jarang terjadi hanya 1% dari kehamilan ektopik yang pernah terjadi, kehamilan servikal hanya sampai usia kehamilan 12 minggu dan biasanya diakhiri secara operatif karena perdarahan. Pengeluaran hasil konsepsi pervaginam dapat menyebabkan perdarahan hebat, sehingga kadang diperlukan tindakan histerektomi (pengangkatan rahim oleh pembedahan) total.

Penyebabnya kehamilan ektopik pada serviks masih belum jelas, namun beberapa kemungkinan telah diajukan oleh Burg, diantaranya:

  • Kehamilan serviks disebabkan transpor zigot yang terlalu cepat, yang disertai oleh belum siapnya endometrium untuk implantasi
  • Kerusakan endometrium oleh karena instrumentasi dan kuretase sehingga endometrium tidak lagi menjadi tempat nidasi yang baik.
  • Adanya hubungan antara kehamilan serviks dengan kuretase traumatik dan penggunaan IUD pada sindroma Asherman.

Diagnosis kehamilan servikal ditegakkan dengan kriteria oleh Rubin:

  • Kelenjar serviks harus ditemukan ditempat yang berseberangan dengan tempat implantasi zigot
  • Plasenta berimplantasi kuat di serviks
  • Plasenta berimplantasi dibawah dibawah arteri uterine atau dibawah peritoneum viscerale uterus.
  • Janin tidak boleh terdapat di daerah korpus uterus.

Namun kriteria Rubin ini menyulitkan tim medis karena harus dilakukan histerektomi atau biopsi jaringan yang adekuat. 
Karena itu digunakan kriteria klinis dari Paalman & McElin (1959):

  • Ostium uteri internum tertutup 
  • Ostium uteri eksternum sebagian membuka
  • Seluruh hasil konsepsi terletak didalam endoserviks
  • Perdarahan uterus setelah fase amenorrhea, tanpa disertai nyeri
  • Serviks lunak, membesar, dapat lebih besar daripada fundus sehingga membentuk hour-glass uterus.

Baca Juga: Efek Samping Kehamilan Ektopik

INFO: You have Ads-Block for Tempat Penempelan (Implantasi) Kehamilan Ektopik , Please support us with disable your Adblock and Enable your js browser :)INFO: You have Ads-Block for Tempat Penempelan (Implantasi) Kehamilan Ektopik , Please support us with disable your Adblock and Enable your js browser :)

Tempat Penempelan (Implantasi) Kehamilan Ektopik by Fian Rubianti Am.Keb

Anda sedang membaca artikel tentang: Tempat Penempelan (Implantasi) Kehamilan Ektopik via DuniaBidan.com yang ditulis oleh Fian Rubianti Am.Keb. jika Anda suka dengan Artikel ini silahkan like, bagikan, atau komentar. Anda juga dapat berlangganan Artikel setiap hari, Gratis! melalui form Subscribe di atas. Artikel akan dikirimkan otomatis ke email Anda setiap hari.
  • 2
Top Recent People Searches: Tempat Penempelan (Implantasi) Kehamilan Ektopik

INFO: You have Ads-Block, Please support us with disable your Adblock and Enable your js browser :)

DMCA.com Protection Status

Artikel Terkait Tempat Penempelan (Implantasi) Kehamilan Ektopik


Disable AdBlocker di Browser Anda

Ketahuilah bahwa DuniaBidan.com hanya mengandalkan Iklan untuk membiayai operasional penerbitan konten gratis untuk Anda. Jadi tolong non-aktifkan pemblokir iklan (AdBlock) di browser Anda.