Fian Rubianti Am.Keb

Pengertian Molahidatidosa (Hamil Anggur), Penyebab dan Tanda Gejala

  • 2

Molahidatidosa, pada umumnya disebut dengan hamil anggur yang merupakan komplikasi dan penyulit kehamilan pada trimester satu.

Kenapa molahidatidosa disebut Hamil anggur? Apa karena banyak makan anggur saat hamil?

Molahidatidosa bukan disebabkan terlalu banyak makan buah anggur saat hamil melainkan suatu penyakit atau kelainan yang muncul saat seorang wanita sedang hamil.

Pengertian Molahidatidosa (Hamil Anggur), Penyebab dan Tanda Gejala

Pengertian Molahidatidosa

Molahidatidosa adalah suatu kondisi tidak normal dari plasenta akibat kesalahan pertemuan ovum dan sperma sewaktu fertilisasi (Sarwono Prawirohardjo, 2003). Hasil konsepsi yang abnormal terjadi karena pertumbuhan massa jaringan dalam rahim tidak berkembang menjadi janin atau bayi.

Massa tersebut berbentuk bulat dan berisi cairan persis buah anggur. Oleh sebab itu kondisi ini disebut juga dengan kehamilan mola atau hamil anggur.

Penyebab Molahidatidosa

Penyebab molahidatidosa masih belum diketahui pasti, namun ada faktor penyebabnya diantaranya faktor ovum yang sudah patologi sehingga mati tetapi terlambat dikeluarkan, Imunoselektif dari tropoblast, pengetahuan dan ekonomi yang rendah, Wanita dengan usia dibawah 20 tahun atau diatas 40 tahun, Kekurangan protein, Infeksi virus dan faktor kromosom yang belum jelas.

Tanda Gejala Molahidatidosa

Seorang wanita yang mengalami kehamilan molahidatidosa pada awalnya tidak menampakan gejala yang berbeda, nampak seperti kehamilan normal yang ditandai dengan amenorea (tidak dapat haid), mual muntah, pusing, dan lain-lain. Akan tetapi, mual dan muntah-muntah terasa lebih hebat akibat tingginya kadar hCG yang dihasilkan oleh trofoblas yang berproliferasi.

Berikut tanda gejala diduga kehamilan molahidatidosa:

  • Pembesaran perut ibu hamil yang tidak sesuai dengan usia kehamilan.
  • Mengalami Tekanan darah tinggi.
  • Mempunyai tanda-tanda pre-eklampsia pada trimester I (Preeklamsia – suatu kondisi yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan protein dalam urin setelah 20 minggu kehamilan) seperti pembengkakan pada kaki dan tungkai, peningkatan tekanan darah, proteinuria.
  • Hiperemesis gravidarum (Mual muntah berlebihan & menyebabkan 10% pasien masuk RS)
  • Bercak berwarna merah darah beserta keluarnya materi seperti anggur pada pakaian dalam (Pengeluaran gelembung mola)

Kecurigaan biasanya terjadi pada minggu ke 14 – 16, Jika Anda mengalami tanda-tanda atau gejala kehamilan molar, konsultasikan dengan dokter Anda.

Pada saat pemeriksaan ditemukan tanda gejala kehamilan mola seperti berikut ini:

  • Muka dan badan tampak pucat kekuning-kuningan atau disebut muka mola (mola face)
  • Pertumbuhan rahim yang pesat, ukuran rahim lebih besar dari kehamilan normal dan terkadang pembesaran rahim diikuti dengan perdarahan
  • Tidak dirasakan adanya tanda-tanda gerakan janin, balotemen negative kecuali pada mola parsial.
  • Tidak terdengar DJJ hanya terdengar bising dan bunyi khas.
  • Anemia (Kekurangan darah merah, ditandai dengan pucat lemas)
  • Gejala – gejala hipertitoidisme seperti intoleransi panas, gugup, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, tangan gemetar dan berkeringat, kulit lembab.
  • Adanya tekanan atau sakit di panggul, tetapi jarang terjadi.

Jika sempat dilakukan pemeriksaan penunjang untuk lebih memastikan kehamilan mola ini ditemukan hasil berikut ini:

  • Pemeriksaan USG pada umur kehamilan 8-10 minggu akan menghasilkan gambaran mirip badai salju (snow storm atau snow flake pattern)  dan tidak terlihat janin.
  • Pemeriksaan laboratorim seperti kadar HCG meningkat secara signifikan
    • Beta hCG urin lebih dari 100.000mIU/ml
    • Beta hCG serum di atas 40.000 IU/ml
  • Pada foto rontgen abdomen tidak terlihat adanya kerangka janin

Perdarahan merupakan gejala terbanyak dari perdarahan setetes sampai perdarahan hebat disertai keluarnya gelembung cairan yang mirip buah anggur pada minggu ke-12 sampai ke-14. Janin biasanya meninggal, akan tetapi jaringan villi itu hidup dan tumbuh terus dan mengeluarkan hormon human chorion gonadotrophin (hCG) dalam jumlah yang besar. Kadar hCG yang tinggi pada kehamilan lebih dari 80 hari sangat memperkuat diagnosis mola hidatidosa.

INFO: You have Ads-Block for Pengertian Molahidatidosa (Hamil Anggur), Penyebab dan Tanda Gejala , Please support us with disable your Adblock and Enable your js browser :)INFO: You have Ads-Block for Pengertian Molahidatidosa (Hamil Anggur), Penyebab dan Tanda Gejala , Please support us with disable your Adblock and Enable your js browser :)

Pengertian Molahidatidosa (Hamil Anggur), Penyebab dan Tanda Gejala by Fian Rubianti Am.Keb

Anda sedang membaca artikel tentang: Pengertian Molahidatidosa (Hamil Anggur), Penyebab dan Tanda Gejala via DuniaBidan.com yang ditulis oleh Fian Rubianti Am.Keb. jika Anda suka dengan Artikel ini silahkan like, bagikan, atau komentar. Anda juga dapat berlangganan Artikel setiap hari, Gratis! melalui form Subscribe di atas. Artikel akan dikirimkan otomatis ke email Anda setiap hari.
  • 2
Top Recent People Searches: Pengertian Molahidatidosa (Hamil Anggur), Penyebab dan Tanda Gejala

INFO: You have Ads-Block, Please support us with disable your Adblock and Enable your js browser :)

DMCA.com Protection Status

Artikel Terkait Pengertian Molahidatidosa (Hamil Anggur), Penyebab dan Tanda Gejala


Disable AdBlocker di Browser Anda...

Ketahuilah bahwa DuniaBidan.com hanya mengandalkan Iklan untuk membiayai operasional penerbitan konten gratis untuk Anda. Jadi tolong non-aktifkan pemblokir iklan (AdBlock) di browser Anda.