Fian Rubianti Am.Keb

Kenapa Kulit Bayi Sensitif?

  • 2

Kenapa Kulit Bayi Sensitif?

Image Source

Halo Dear, Kali ini kita akan bahas mengenai alasan kulit bayi sensitif. Jadi begini, pada awal kelahirannya kulit bayi belum sesempurna yang kita bayangkan. Struktur kulit bayi dengan orang dewasa berbeda. Bila dilihat menggunakan mikroskop, perbedaan tersebut akan terlihat, yaitu: Struktur kulit bayi lebih renggang, Ikatan sel nya masih longgar, kulitnya tampak keriput, permukaannya lebih tipis, berwarna kemerahan, ditumbuhi bulu-bulu halus.

Struktur kulit bayi lebih renggang dan Ikatan sel nya masih longgar.

Kenapa Kulit Bayi Sensitif?

Struktur kulit bayi lebih renggang dan Ikatan sel nya masih longgar menyebabkan kulit bayi tidak mampu menahan molekul-molekul air di antara sel-selnya dengan baik, sehingga mudah menguap. Inilah yang menyebabkan kulit bayi lebih mudah mengalami dehidrasi dan kekeringan dibandingkan kulit orang dewasa.

Kulitnya tampak keriput, permukaannya lebih tipis.

Kenapa Kulit Bayi Sensitif?

Image Source

Kemudian, Kulitnya tampak keriput. Permukaannya lebih tipis sehingga pembuluh darah dapat membayang dan memiliki selaput vernix caseosa (sejenis substansi lemak yang menyerupai keju), Zat ini berasal dari kelenjar minyak bayi dan terdiri dari sel minyak serta sel kulit, berfungsi sebagai pelindung kulit di dalam rahim yang terbentuk tiga bulan terakhir sebelum janin lahir. Lapisan itu bertahan pada minggu pertama kelahiran bayi, setelah itu akan mengelupas, seolah bayi berganti kulit. Setelah lapisan itu luruh, barulah muncul kulit bayi yang sebenarnya.

Kulit bayi umumnya berwarna kemerahan

Kenapa Kulit Bayi Sensitif?

Image Source

Kulit bayi umumnya berwarna kemerahan, kemudian berubah menjadi kuning akibat produksi bilirubin di dalam darah, warna kuning akan hilang dalam 2X 24 jam. Namun jika dalam 2x24 Jam warna kuning tersebut tidak menghilang segera periksa bayi anda ke Bidan atau Dokter Kandungan terdekat.

Lanugo (bulu-bulu halus)

Kenapa Kulit Bayi Sensitif?

Kulit bayi baru lahir terkadang ditumbuhi bulu-bulu halus yang disebut lanugo, yang dibawa sejak di dalam rahim. Lanugo adalah bulu halus dan tipis yang muncul pada kulit janin dan menghilang dalam beberapa waktu setelah kelahiran. Bayi prematur sering memiliki banyak bulu halus ini. Lanugo berbeda dengan Rambut, Lanugo tumbuh di sekujur tubuh bayi kecuali bibir, telapak tangan dan kaki, jari-jari, kuku, dan daerah sekitar kelamin. Rambut halus ini mulai tumbuh sejak janin berusia 5 bulan dalam kandungan. Umumnya rambut halus ini akan rontok dengan sendirinya saat janin berusia 36-40 minggu dalam kandungan. Tak heran kalau bayi-bayi yang terlahir prematur biasanya masih membawa lanugo dalam jumlah banyak pada waktu dilahirkan. Meski tentu saja keadaan ini tidak berlaku umum bagi semua bayi prematur.

Pada beberapa bayi, kulit baru lahir berwarna sangat merah, biru atau pucat, yang menandakan adanya gangguan kesehatan, misalnya kurang pasokan oksigen akibat kelelahan dan lamanya ibu mengejan.

Meski struktur dan komponen kulit bayi baru lahir sudah lengkap, kulit tersebut belum berfungsi sempurna, misalnya:

  • Produksi kelenjar keringat lebih sedikit, sehingga bayi jarang berkeringat. Itu sebabnya, kita harus mengupayakan suhu tubuhnya stabil dengan memastikan bayi tidak kedinginan atau kepanasan. Jangan membuka Jendela atau pintu terlalu lebar, dan juga jangan terlalu banyak memakaikan pakaian di dalam ruangan karena akan membuat bayi tidak nyaman dan kepanasan.
  • Kulitnya  masih rentan terhadap iritasi, infeksi dan alergi, karena zat imunitas pada kulit belum kuat dan struktur kulit lebih renggang serta tipis.
  • Kulit masih sedikit memproduksi melanin (pigmen yang berfungsi melindungi kulit dari sinar matahari) sehingga kandungan air pada kulit lebih cepat menguap dan lebih mudah terbakar sinar ultraviolet.

Apabila bayi anda mengalami hal-hal seperti diatas, janganlah panik karena itu semua memang wajar terjadi kepada hampir semua bayi baru lahir.

Baca Juga: Apa Penyebab Kulit Bayi Sensitif Dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Seiring pertumbuhannya, kulit bayi akan mengalami perkembangan, yaitu lapisan pelindung vernix casiosa sedikit demi sedikit terlepas, lapisan kulit akan menebal meski tetap halus dan lembut, kulit berwarna kemerahan, kelenjar keringat mulai berproduksi normal dan zat imunitas pada kulit semakin kuat.

INFO: You have Ads-Block for Kenapa Kulit Bayi Sensitif? , Please support us with disable your Adblock and Enable your js browser :)INFO: You have Ads-Block for Kenapa Kulit Bayi Sensitif? , Please support us with disable your Adblock and Enable your js browser :)

Kenapa Kulit Bayi Sensitif? by Fian Rubianti Am.Keb

Anda sedang membaca artikel tentang: Kenapa Kulit Bayi Sensitif? via DuniaBidan.com yang ditulis oleh Fian Rubianti Am.Keb. jika Anda suka dengan Artikel ini silahkan like, bagikan, atau komentar. Anda juga dapat berlangganan Artikel setiap hari, Gratis! melalui form Subscribe di atas. Artikel akan dikirimkan otomatis ke email Anda setiap hari.
  • 2
Top Recent People Searches: Kenapa Kulit Bayi Sensitif?

INFO: You have Ads-Block, Please support us with disable your Adblock and Enable your js browser :)

DMCA.com Protection Status

Artikel Terkait Kenapa Kulit Bayi Sensitif?


Disable AdBlocker di Browser Anda

Ketahuilah bahwa DuniaBidan.com hanya mengandalkan Iklan untuk membiayai operasional penerbitan konten gratis untuk Anda. Jadi tolong non-aktifkan pemblokir iklan (AdBlock) di browser Anda.