Informasi Seputar Kehamilan, Kandungan, dan Kesehatan • DuniaBidan.com
Fian Rubianti Am.Keb

BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah)

  • 1

BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah) | Dunia Bidan

BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah) adalah bayi lahir dengan berat badan rendah atau kurang dari 2500 gram. Karena berat badan bayi normal itu diantara 2500-3000 gram. Sedangkan bayi dengan berat badan kurang dari 1500 gram dikategorikan sebagai berat badan lahir sangat rendah. BBLR biasanya terjadi pada persalinan prematur (belum cukup bulan) atau dengan usia kehamilan sebelum 37 minggu, pada kehamilan kurang energi kronis (KEK) atau pada bayi yang mengalami gangguan perkembangan dalam kandungan.

Bayi dengan berat lahir rendah lebih rentan sakit dan mengalami infeksi, jika dibiarkan tanpa penanganan dikhawatirkan memiliki ketrerlambatan perkembangan motorik atau kemampuan dalam belajar.

Penyebab BBLR

Ada beberapa macam penyebab bayi mengalami BBLR, disamping faktor bayi ternyata faktor ibu juga memiliki peran terhadap perkembangan janin dalam kandungan.

Berikut penyebab bayi mengalami BBLR

1. Usia ibu terlalu muda

Jika usia ibu hamil masih remaja atau sekitar 15-19 tahun, mereka memiliki potensial tinggi melahirkan bayi BBLR sebesar 50% dibandingkan usia normal untuk menjalani kehamilan atau sekitar 20-29 tahun, karena tubuh perempuan usia remaja belum siap untuk mengalami kehamilan, hal ini juga dapat disebabkan belum maksimalnya kecukupan nutrisi pada usia tersebut, kebanyakan pada usia tersebut memiliki bobot tubuh dibawah 45 kg dan memiliki lingkar lengan (Lila) kecil.

2. Ibu hamil mengalami malnutrisi

Kecukupan status gizi sebelum kehamilan dapat dinilai menggunakan indeks masa tubuh (IMT), hasil penelitian menunjukkan perempuan yang berbadan kurus atau dengan IMT <18,5 memiliki peluang dua kali lebih besar untuk melahirkan bayi dengan berat rendah atau BBLR dibandingkan perempuan hamil lainnya dengan IMT normal. Karena, status gizi calon ibu bayi memenentukan asupan yang akan diperoleh bayi dalam kandungan. Saat sebelum memasuki masa kehamilan, IMT menggambarkan perkembangan tubuh dan kecukupan asupan untuk ibu dan bayi.

Juga perempuan yang berbadan kurus cenderung akan kehilangan nafsu makan dan mual pada saat kehamilan sehingga akan berdampak pada asupan makanan ibu hamil. Jika asupan untuk dirinya sendiri kurang maksimal, bagaimana dengan janin dalam kandungan? sudah jelas akan kekurangan nutrisi sehingga akan menghambat pertumbuhannya.

Kenaikan berat badan yang disarankan sekitar 11 kg hingga 16 kg. Kenaikan berat badan yang terlalu sedikit juga akan meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat rendah. Hal ini dibuktikan oleh penelitian oleh Frederik dan kolega yang menemukan kenaikan berat badan ibu hamil memiliki hubungan positif terhadap berat bayi saat dilahirkan dan semakin besar peningkatan berat badan ibu hamil maka akan semakin tinggi berat badan bayi saat dilahirkan.

3. Intrauterine growth restriction

Pada kondisi ini, bayi tidak tumbuh dengan baik saat berada dalam kandungan. Masalah ini dapat dipicu oleh gangguan pada plasenta yang menghambat pertumbuhan bayi akibat tidak mendapat pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup.

4. Komplikasi/Penyakit pada kehamilan

Point ini berhubungan kesehatan ibu saat menjalani kehamilan maupun riwayat kesehatan. Tidak hanya masalah kesehatan fisik, namun juga kesehatan psikologis ibu. Berikut beberapa masalah kesehatan ibu yang dapat menyebabkan bayi berat lahir rendah (BBLR):

  • Anemia– Pada umumnya disebabkan karena kekurangan zat besi (Fe) dalam darah saat kehamilan dan diatasi dengan mengonsumsi suplemen tablet Fe minimal 90 tablet selama kehamilan.
  • Pregnancy blues– disebabkan oleh gangguan hormonal saat hamil yang menyebabkan kesedihan terus-menerus. Dampaknya dapat menghilangkan nafsu makan dan kelelahan yang konstan pada ibu hamil. Bahkan pada beberapa orang seperti mengalami depresi.
  • Penyakit Infeksi– beberapa penyakit infeksi yang dapat menyebabkan BBLR adalah HIV, toxoplasmosis dan listeria. HIV dapat ditularkan melalui plasenta ibu yang terinfeksi HIV kepada bayi hingga menyebabkan gangguan perkembangan dan imun bayi sejak dalam kandungan. Sedangkan toxoplasmosis dan listeria menginfeksi lewat makanan yang tidak matang atau tidak higienis.
  • Komplikasi kehamilan– diantaranya ialah gangguan pada uterus dan letak plasenta yang lebih rendah sehingga bayi harus dilahirkan dengan operasi caesar saat kurang dari usia kandungan normal.
  • Tekanan darah tinggi– ibu hamil yang mengalami tekanan darah tinggi pada kehamilan trimester 3 ada kemungkinan melahirkan secara prematur melalui operasi SC, guna menyelamatkan ibu dan bayi nya, karena jika kehamilan dengan hypertensi dibiarkan tanpa penanganan akan sangat membahayakan kondisi ibu maupun janin.
  • Paparan alkohol dan asap rokok saat hamil (pasif maupun aktif)– konsumsi keduanya menyebabkan racun masuk ke aliran darah ibu hamil dan dapat merusak plasenta, sehingga dapat merusak sumber nutrisi bagi bayi dalam kandungan. Keduanya juga dapat menyebabkan kerusakan sel terutama protein dan lapisan lipid. Konsumsi alkohol sebanyak 20 gram saja dapat menyebabkan janin mengalami hambatan perkembangan dan bernapas.
  • Bayi kembar– Bayi yang lahir kembar cenderung melahirkan bayi dengan berat rendah dan prematur karena tidak banyak ruang dalam rahim untuk kedua janin.

Diagnosa BBLR sebenarnya dapat diperkirakan saat masa kehamilan, yakni dengan USG dan dengan pemeriksaan tinggi fundus uteri (TFU) untuk menentukan taksiran berat badan janin (TBBJ). Hampir seluruh bayi BBLR memerlukan perawatan tersendiri, jenis penanganan dapat dilakukan sesuai dengan usia kehamilan, kondisi kesehatan, serta respons bayi terhadap pengobatan atau prosedur tertentu.

Jika bayi lahir prematur dan mengalami BBLR, maka sistem dalam tubuhnya pun belum berfungsi secara maksimal misalkan paru-paru yang belum matang atau masalah pada usus, maka bayi tersebut perlu dirawat di ruang perawatan intensif neonatal (NICU). Berbeda dengan bayi BBLR yang lahir tanpa komplikasi dapat mengejar ketertinggalan pertumbuhannya seiring waktu.

Dokter sangat menganjurkan pemberian ASI untuk bayi BBLR karena dapat mendukung pertumbuhan dan kenaikan berat badan secara signifikan. Jika ibunya tidak bisa memberikan ASI, bayi dapat diberikan ASI dari donor ASI.

BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah) by Fian Rubianti Am.Keb

Anda sedang membaca materi artikel tentang BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah) via DuniaBidan.com yang ditulis oleh Fian Rubianti Am.Keb. jika Anda suka dengan Artikel ini silahkan like, bagikan, atau komentar. Anda juga dapat berlangganan Artikel setiap hari, Gratis! melalui form Subscribe di atas. Artikel akan dikirimkan otomatis ke email Anda setiap hari.

Artikel Terkait BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah)

Top Recent People Searches: BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah)

DMCA.com Protection Status


Disable AdBlocker di Browser Anda...

Ketahuilah bahwa DuniaBidan.com hanya mengandalkan Iklan untuk membiayai operasional penerbitan konten gratis untuk Anda. Jadi tolong non-aktifkan pemblokir iklan (AdBlock) di browser Anda.
Articles News