Fian Rubianti Am.Keb

15 Bahan Kimia Berbahaya Untuk Kulit Bayi

  • 2

Setiap hari anak-anak terpapar 27 zat kimia berbahaya setiap harinya hanya lewat produk perawatan tubuh saja. Demikian menurut survei yang dilakukan oleh Environmental Working Group.

Shampoo, sabun, dan lotion yang Anda gunakan pada anak Anda mungkin berlabel “alami” atau “lembut”, tapi juga bisa diperkaya oleh bahan kimia berbahaya bagi kesehatan anak Anda, kata para ahli. Jadi, label natural atau lembut untuk kulit bayi yang biasa tercantum dalam produk sabun bayi, sampo dan juga lotion belum tentu tidak mengandung zat kimia tosik yang berbahaya bagi buah hati Anda.

Nah, apa saja bahan kimia berbahaya dalam produk bayi yang perlu dhindari?

15 Bahan Kimia Berbahaya Untuk Kulit Bayi - DuniaBidan.com

15 Bahan Kimia Berbahaya Untuk Kulit Bayi - Image Source

Bahan Kimia Berbahaya Untuk Kulit Bayi

1. Triclosan

Triclosan adalah bahan kimia yang banyak digunakan untuk jenis sabun antibakteri. Bahan kimia ini bisa menyebabkan masalah gangguan hati dan keracunan pada bayi. Apa pun yang dicap sebagai ‘antibakteri’ mungkin mengandung triclosan, agen pengganggu endokrin dan karsinogenik, yang juga berbahaya bagi lingkungan.

Meskipun masuk akal untuk ingin menjaga bayi Anda jauh-jauh dari bakteri, ini adalah pendekatan yang salah untuk Anda gunakan. Dengan membesarkan bayi dalam lingkungan terlalu steril, kita menghambat kemampuan tubuh bayi untuk menciptakan sistem ketahanan dan kekebalan alami, meningkatkan kemungkinan alergi, dan membuat perawatan antibakteri kurang efektif ketika kita benar-benar membutuhkan agen tersebut untuk bekerja. Lagipula, bayi cenderung senang memasukkan tangan mereka ke dalam mulut, dan semua yang Anda oleskan di tangan bayi Anda juga akan masuk ke dalam tubuh.

Hindari penggunaan semua sabun dan produk pembersih antibakteri. Sebenarnya, air dan sabun biasa bekerja lebih baik untuk menyingkirkan kuman. Bahkan dalam kondisi tertentu bahan kimia ini menyebabkan tubuh mengalami resistensi terhadap obat golongan antibiotik.

2. Diethanolamine (DEA), Monoethanolamine (MEA), dan Triethanolamine (TEA)

Semua jenis bahan kimia ini bisa menyebabkan gangguan hormon yang bisa merusak sistem metabolisme tubuh, kerusakan hati, gangguan ginjal dan beberapa resiko kanker. Semua produk ini bisa ditemukan dalam prosuk bayi seperti sabun dan sampo.

3.Triclorban

Bahan triclorban juga sama seperti jenis triclosan. Bahan kimia ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan pada organ hati, fungsi hati dan bisa membuat tubuh mengalami resistensi terhadap antibiotik untuk mengobati penyakit akibat bakteri.

4. Bahan Pengharum / Parfum

Bahan pengharum seperti parfum yang ditemukan pada produk sabun dan sampo dapat menyebabkan reaksi alergi. Bayi yang baru lahir bisa mengalami alergi untuk kulit, mata, dan iritasi paru-paru. Bahkan jika berlebihan bisa menyebabkan gangguan kerja atau fungsi sistem reproduksi.

Anda mungkin suka bau lotion bayi Anda, tetapi parfum terkait dengan alergi, iritasi kulit, eksim dan dapat menjadi racun bagi berbagai organ dalam tubuh.

Masalahnya dengan bahan pewangi adalah bahwa “parfum” digunakan sebagai payung istilah untuk semua bahan-bahan rahasia yang produsen tambahkan ke dalam produk, dan mereka tidak diwajibkan untuk mengungkapkan apa yang terkandung dalam parfum. Istilah “parfum” dapat menjadi campuran hingga 100 dari lebih dari 3.000 bahan kimia yang berbeda, termasuk 1,4-Dioxane, titanium dioxide, paraben, hingga methanol dan formalin.

Efek dari aroma yang tahan lama, berlama-lama pada kulit selama berjam-jam, dan dapat menyebabkan masalah pernapasan (ada bukti bahwa paparan parfum pada bayi dapat menyebabkan asma); berpotensi kanker; kerusakan saraf, kulit dan mata; dan mengganggu sistem kekebalan tubuh bayi. Pemakaian produk perawatan pribadi berpewangi pada wanita dewasa juga berisiko kemandulan.

Periksa label produk perawatan bayi dengan hati-hati sebelum Anda membeli. Hindari produk yang melampirkan pewangi atau parfum dalam label komposisinya.

5. Phthalates dan Parabens

Phthalates dan paraben adalah kelompok bahan kimia yang digunakan sebagai pengawet dalam produk perawatan bayi (dan dewasa pada umumnya), seperti sampo dan lotion.

Parabens adalah neurotoksin dan terkait dengan toksisitas reproduksi, gangguan hormon, imunotoksisitas, dan iritasi kulit. Food and Drug Administration (FDA) menyatakan penggunaan paraben aman hingga batas tertentu. Namun, European Union’s Scientific Committee on Consumer Products masih menguji keamanan propil, isopropil, butil, dan parabens isobutil

Phthalates telah dikaitkan dengan gangguan endokrin, yang dapat menyebabkan masalah reproduksi, termasuk penurunan motilitas dan konsentrasi sperma, serta alergi, asma, dan kanker. Kandungan parfum dalam produk perawatan bayi dan dewasa juga dapat mengandung phthalate.

Bahan ini umumnya digunakan sebagai bahan pengawet semua produk bayi. Dapat menyebabkan reaksi keracunan yang sangat parah dan resiko masalah keseimbangan hormon estrogen. Jadi bahan ini juga bisa merusak sistem hormon dalam tubuh bayi. Jauh-jauh dari segala produk yang mencantumkan paraben dan akhiran ‘-paraben’ dalam label komposisinya, juga produk dengan komposisi asam benzoat, propil ester, phthalate, BPA (Bisphenol A), DEP, DBP, dan DEHP.

6. Retinyl Palmitate

Bahan kimia ini biasanya diolah dari campuran retinol dan asam palmitat. Jika masuk ke dalam tubuh manusia maka bisa menyebabkan masalah keseimbangan bahan kimia dlam tubuh dan bisa merusak sistem reproduksi.

7. Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Sodium Laureth Sulfate (SLES)

Kedua bahan ini bisa menyebabkan tubuh mengalami keracunan dan iritasi pada sekitar mata dan juga kulit. Berlebihan menggunakan kedua bahan ini bisa merusak kesehatan kulit untuk bayi yang baru lahir.

8. Polyethylene Glycol (PEG dan Propylene Glycol)

Kedua bahan ini bisa menyebabkan bayi sangat rentan dengan reaksi keracunan. Sementara untuk bahan Propylene Glycol bisa menyebabkan gangguan kesehatan organ otak, hati dan ginjal.

Senyawa kimia ini adalah penambah penetrasi yang mudah diserap oleh kulit dan mungkin karsinogenik. Fungsi PEG pada dasarnya adalah untuk membuka semua pori-pori dan membiarkan bahan kimia lainnya masuk ke dalam tubuh. Polietilen glikol umum digunakan dalam cairan wiper mobil dan untuk “melelehkan” mesin pesawat terbang, namun sering ditemukan di tisu bayi.

Waspadai polietilen glikol (PEG) dan polipropilena glikol (PPG) pada label produk, atau agar lebih amannya cukup lap bayi Anda dengan waslap bersih dan air sabun.

9. DMDM Hydantoin

Bahan ini bisa menyebabkan reaksi yang sangat fatal untuk bayi. Bayi yang mengalami keracunan akan sangat rewel karena merasa sakit pada bagian dada, sakit kepala, sulit untuk tidur, sakit telinga dan tubuh yang tidak nyaman. Jika tidak segera dibawa ke dokter maka bayi bisa mengalami kondisi yang sangat fatal.

10. Formalin (dan pengawet turunan formalin lainnya)

Formalin adalah pengawet yang ditambahkan ke produk berbasis air untuk mencegah pembentukan jamur. Formalin dapat langsung ditambahkan ke produk atau dirilis melalui pengawet lain.

Formaldehida merupakan karsinogen yang telah dikaitkan dengan kanker sel skuamosa pada rongga hidung dan iritasi kulit yang dapat menyebabkan reaksi alergi, seperti mata dan tenggorokan terasa panas terbakar, hidung tersumbat dan/atau berair, dan ruam kulit. Ruam kulit akibat alergi dapat terjadi sebagai akibat dari kontak dengan produk yang mengandung formalin, yang juga dapat menyebabkan gejala masalah pernapasan, sakit kepala, kelelahan, dan mual.

Formalin biasanya digunakan sebagai cairan pembalseman, tetapi juga digunakan untuk mengawetkan sejumlah produk rumah tangga yang mengandung konsentrasi yang lebih tinggi dari resin urea-formaldehida (UF). Pengawet ini dapat ditemukan di serat kayu furnitur jenis MDF (pressed wood medium density) yang digunakan untuk permukaan depan laci, lemari, dan bagian atas furnitur, gorden, sebagai komponen dari lem dan perekat, serta produk pembersih dan kecantikan, termasuk beberapa merek tisu basah bayi.

Untuk menghindari bahan pengawet berbahaya pada produk perawatan bayi, hindari produk yang mengandung formalin dan turunannya seperti:  quaternium-15, DMDM hydantoin, imidazolidinyl urea, diazolidinyl urea, polioksimetilen urea, natrium hydroxymethylglycinate, 2-bromo-2-Nitropropane-1, 3-diol (bromopol), dan glyoxal.

11. 1,4-dioxane

1,4-dioxane biasa ditemukan dalam produk perawatan bayi yang menghasilkan busa, misalnya, shampoo, dan sabun.

1,4-dioxane adalah produk sampingan kimia, terbentuk dari reaksi bahan-bahan kimia umum saat dicampur bersamaan, sehingga Anda tidak akan melihat senyawa kimia ini tercantum pada label produk. Senyawa ini dicurigai sebagai agen karsinogen, dan juga terkait dengan keracunan organ, alergi kulit, dan cacat lahir.

Tanpa pelabelan, akan sulit mengetahui pasti apakah produk pilihan Anda mengandung 1,4-dioxane atau tidak membuatnya lebih sulit bagi pembeli untuk menghindarinya. Untuk berjaga-jaga, hindari produk perawatan bayi yang mencantumkan sodium laureth sulfate, polietilen glikol (PEG) dan bahan kimia yang terdaftar sebagai xynol, ceteareth, oleth, atau bahan kimia lainnya yang mengandung unsur “eth” dan akhiran “-xynol”.

12. Mineral Oil

Baby oil pada dasarnya terbuat dari minyak mineral yang dicampur dengan parfum, sebuah kombinasi buruk.

Mineral Oil adalah produk sampingan murah dari pengolahan minyak bumi (untuk membuat bensin) dan bertindak sebagai pembungkus transparan pada kulit, mengganggu penghalang kekebalan alami kulit dan menghambat kemampuan kulit untuk melepaskan racun dan membantu mengurangi kehilangan air dari kulit, kulit menua prematur ketika sel-sel kulit menderita minim kelembaban.

Mengoleskan minyak mineral pada kulit berulang kali dapat menyebabkan berbagai efek hormonal negatif, termasuk disfungsi ovarium, endometriosis, keguguran, dan kerusakan sistem kekebalan tubuh. Minyak mineral mungkin dapat menyebabkan kekurangan vitamin pada bayi karena mineral terserap ke dalam kulit, diproses oleh hati dan kemudian mengikat nutrisi sehingga penyerapannya akan tersumbat.

Minyak mineral sudah lama digunakan sebagai bahan umum dalam lotion bayi, krim, salep, dan kosmetik dewasa. Pilih minyak alami dan bergizi seperti minyak zaitun, kelapa, atau almond manis untuk memijat kulit bayi Anda.

13. Materi flame-retardant

Materi flame-retardant adalah zat kimiawi selain air yang dapat mengurangi risiko produk untuk tersulut api dan terbakar atau menghambat proses pembakaran.

Suatu jenis flame-retardant yang disebut bifenil difenil eter (PBDE) adalah salah satu yang paling mengkhawatirkan. Beberapa boks bayi dan keranjang bayi di AS dinyatakan positif klorin, fasilitator untuk fire-retardant yang terdiklorinasi. Bahkan, paparan dosis kecil pada titik-titik kritis dalam tumbuh kembang anak dapat merusak sistem reproduksinya di masa depan dan mempengaruhi keterampilan motorik, belajar, memori, dan pendengarannya.

Flame retardant terdapat hampir di sebagian besar furnitur berlapis, termasuk sofa, bantal, kasur, dan padding karpet. Karena bahan kimia ini tidak terikat busa, PBDE dapat dilepaskan dengan mudah sebagai debu seiring furnitur menua.

Untuk membantu bayi tidur lebih aman dan nyaman, pilih produk berlabel bebas dari flame-retardants kimiawi. Buang barang-barang yang tua dan lapuk seperti kursi mobil dan bantalan kasur yang busanya bocor keluar dari kain pelindung. Jangan biarkan bayi dan balita memasukkan remote atau ponsel ke dalam mulut mereka. Juga, ganti furnitur dan bantal jika busa sudah kumal dan tua atau jika kain robek tidak bisa diperbaiki kembali.

14. Vinyl klorida

Vinyl klorida mudah ditemukan dalam mainan mandi anak. Tak banyak yang tahu bahwa senyawa kimia ini adalah agen penyebab kanker yang telah terbukti mencelakai banyak pekerja pabrik dan lingkungan sekitar pabrik. Vinyl klorida juga dapat mengandung phtalate, senyawa kimia berbahaya yang dapat menggangu keseimbangan hormon endorfin, yang ditambahkan ke dalam plastik untuk membuat mainan bertekstur lembut dan liat.

15. Benzophenon

Turunan dari benzophenon, seperti oxybenzone, sulisobenzone, sulisobenzone natrium, benzophenon-2 (BP2), dan oxybenzone (benzofenon-3 atau BP3) adalah bahan umum dalam tabir surya.

Benzophenon adalah senyawa kimia bioakumulatif yang persisten dan beracun. Zat kimia ini terkait dengan kanker, gangguan endokrin, toksisitas sistem organ, iritasi kulit, dan masalah perkembangan. Benzophenon juga dapat mempercepat perkembangan tumor dan lesi kulit.

Benzophenon dan turunannya biasa ditemukan pada produk tabir surya bayi. Pilih tabir surya yang mengandalkan non-nanoized zinc oxide atau titanium dioxide.

Nah Bunda semoga bermanfaat yaa, Coba deh Bunda cek produk bayi yang sedang Bunda gunakan untuk si kecil. Apakah ada bahan kimia yang disebutkan diatas?

INFO: You have Ads-Block for 15 Bahan Kimia Berbahaya Untuk Kulit Bayi , Please support us with disable your Adblock and Enable your js browser :)INFO: You have Ads-Block for 15 Bahan Kimia Berbahaya Untuk Kulit Bayi , Please support us with disable your Adblock and Enable your js browser :)

15 Bahan Kimia Berbahaya Untuk Kulit Bayi by Fian Rubianti Am.Keb

Anda sedang membaca artikel tentang: 15 Bahan Kimia Berbahaya Untuk Kulit Bayi via DuniaBidan.com yang ditulis oleh Fian Rubianti Am.Keb. jika Anda suka dengan Artikel ini silahkan like, bagikan, atau komentar. Anda juga dapat berlangganan Artikel setiap hari, Gratis! melalui form Subscribe di atas. Artikel akan dikirimkan otomatis ke email Anda setiap hari.
  • 2
Top Recent People Searches: 15 Bahan Kimia Berbahaya Untuk Kulit Bayi

INFO: You have Ads-Block, Please support us with disable your Adblock and Enable your js browser :)

DMCA.com Protection Status

Artikel Terkait 15 Bahan Kimia Berbahaya Untuk Kulit Bayi


Disable AdBlocker di Browser Anda

Ketahuilah bahwa DuniaBidan.com hanya mengandalkan Iklan untuk membiayai operasional penerbitan konten gratis untuk Anda. Jadi tolong non-aktifkan pemblokir iklan (AdBlock) di browser Anda.